Supply Chain 4.0 vs Supply Chain 5.0 — Kenapa Data Tetap Jadi Hal Penting?

Apa itu supply chain 5.0? Apa bedanya dengan supply chain 4.0? Bagaimana Anda bisa berhasil dan lancar mengubah chain value Anda?

 

Sementara banyak bisnis masih dalam proses mencapai supply chain 4.0, para ahli kini telah memperkenalkan supply chain 5.0, "supply chain masa depan" yang baru.


Sangatlah luar biasa untuk mengimbangi evolusi supply chain yang cepat sambil berusaha meminimalkan dampak krisis kesehatan global. Tapi seperti kata pepatah, perubahan itu konstan, dan Anda harus mengikutinya untuk tetap berada di depan persaingan.


Apa itu supply chain 5.0? Apa bedanya dengan supply chain 4.0? Bagaimana Anda bisa berhasil dan lancar mengubah chain value Anda?


Supply Chain 4.0


Dalam supply chain 4.0, otomatisasi dan interoperabilitas antar teknologi dan operasi menjadi tema utama. Ini menggarisbawahi kebutuhan akan mesin yang cerdas dan terhubung untuk memungkinkan kinerja dan efisiensi supply chain yang lebih besar. Sebisa mungkin, campur tangan manusia harus diminimalisir.


Supply Chain 4.0 memanfaatkan solusi dan kemampuan teknologi baru termasuk Internet of Things, Robotika, Big Data Analytics, dan Blockchain. Integrasi sistem dan data adalah tantangan utama yang sangat penting untuk mencapai hal-hal berikut:

  1. Kinerja supply chain yang optimal

  2. Kolaborasi real-time tanpa hambatan

  3. Efisiensi lebih besar

  4. Responsivitas, fleksibilitas, dan agility yang lebih baik

  5. Transparansi yang lebih baik

  6. Kualitas yang lebih tinggi

  7. Fultillment lebih cepat

  8. Pengalaman pelanggan yang unggul

Supply Chain 4.0 memungkinkan kustomisasi dan personalisasi produk. Ini memungkinkan penyerapan data otomatis dan kontekstualisasi untuk memprediksi dan memahami preferensi unik pelanggan. Supply Chain 4.0 memanfaatkan artificial intelligence, deep learning, dan data analytics untuk memahami kebutuhan personalisasi pelanggan individu. Ini menjembatani kesenjangan antara dunia maya dan fisik melalui digital twins.


Supply Chain 5.0



Sementara Supply Chain 4.0 membuat "pemisahan yang jelas antara manusia dan mesin, khususnya robot", Supply Chain 5.0 "mendamaikan" mereka. Supply Chain 5.0 menyoroti pentingnya kolaborasi tanpa batas antara mesin yang lebih cerdas (cobot) dan manusia.


Tapi mengapa mengembalikan "sentuhan manusia" ke supply chain? Jawaban singkatnya adalah mengaktifkan kustomisasi massal, yang merupakan tujuan dari revolusi industri kelima (Industri 5.0).


Industri 5.0 bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang sangat personalisasi dan sangat kustomisasi, yang membutuhkan perpaduan yang tepat antara kreativitas manusia dan efisiensi mesin.


Seperti yang dikatakan Esben Østergaard, "sementara robot sangat baik dalam pembuatan produk standar dalam proses standar dalam volume produksi yang tinggi, menambahkan apa yang disebut sesuatu yang istimewa ini ke setiap produk merupakan tantangan di mana robot memerlukan panduan."

Sentuhan manusia tidak hanya diperlukan dalam menyesuaikan dan mempersonalisasikan produk, tetapi juga dalam memastikan proses end-to-end supply chain yang mulus: mulai dari memilih bahan baku yang tepat hingga memahami kebutuhan personalisasi dan penyesuaian pelanggan individu.


Tantangan data: Konstanta dalam setiap perubahan


Mengakomodasi perubahan baru bisa sangat sulit jika Anda masih berurusan dengan masalah data lama menggunakan solusi tradisional. Di mana pun Anda berada dalam perjalanan transformasi supply chain, data akan selalu menjadi penghalang jalan jika Anda masih menerapkan cara lama.


Anda harus menghapus semua rintangan data untuk membuka jalan bagi transformasi baru. Sebelum Anda dapat membangun kolaborasi dan komunikasi machine-to-machine, machine-to-human, dan human-to-human yang baik, Anda perlu mengevaluasi kembali infrastruktur data Anda dan melihat apakah itu memungkinkan untuk semua jenis dan mode pertukaran informasi — terlepas dari tipe data, format data, volume data, dan sumber data.


Agar dapat menerapkan perubahan dengan cerdas dan percaya diri, Anda perlu menerapkan infrastruktur data yang kuat yang memungkinkan Anda menjadikan data sebagai sekutu terbaik saat melakukan perubahan.


Tapi jangan puas dulu dengan solusi yang hanya menjanjikan integrasi data tanpa hambatan. Pandemi COVID-19 mengajarkan kita bahwa ketahanan itu penting. Berinvestasi dalam solusi yang tidak hanya mempercepat integrasi dan kontekstualisasi data tetapi juga memberdayakan Anda untuk mengubah smart supply chain Anda menjadi chain value yang adaptif.