Strategi UMKM dalam Menghadapi Resesi Global 2023

7 strategi bagi UMKM agar dapat bertahan pada resesi 2023

 

UMKM telah terbukti menjadi pilar yang menyelamatkan Indonesia selama krisis ekonomi tahun 1998. Pada tahun 2020, UMKM kembali menghadapi penurunan ekonomi akibat pandemi global yang dikenal sebagai Covid-19. Tahun depan, 2023 sudah di depan mata, dan para pakar ekonomi memprediksi bahwa tahun ini akan menjadi tahun yang sulit; beberapa bahkan memprediksi resesi.

Tanda-tanda resesi ditandai dengan kenaikan kebutuhan pokok seperti bahan bakar, gas, dan bahan makanan.

Apakah UMKM akam kembali teruji menjadi penyelamat Indonesia? Setelah Indonesia berhasil selamat dari krisis pangan akibat swa sembada pangan.



Berikut ini 7 strategi bagi UMKM agar dapat bertahan pada resesi 2023.

  1. Pilahlah jenis produk yang diproduksi dan dipasarkan. Produksi dan pasarkan produk yang masih menghasilkan laba atau profit. Singkirkan produk yang jelas menimbulkan kerugian, agar tidak menggerogoti laba yang telah dibukukan.

  2. Semaksimal mungkin, gunakan bahan baku produksi produk dalam negeri, agar bersama-sama menggulirkan roda perekonomian. UMKM memiliki pasar yang luas dari rakyat kecil hingga orang kaya, maka harus dapat terus berputar.

  3. Sederhanakan sistem manajemen, dengan mempertahankan sumber daya manusia yang kreatif dan potensial. Singkirkan sumber daya manusia yang tidak kreatif, meski berasal dari teman, keluarga atau kroni.

  4. Perluas jaringan pemasaran dengan memasuki pasar daring seperti market place. Jangan hanya statis mengandalkan pasar tradisional saja.

  5. Ciptakan produk baru yang inovatif, agar pelanggan selalu tertarik untuk membeli dan menggunakannya. Berusahalah selalu menjadi pemula atau pioneer, dan jangan menjadi follower saja agar dapat memperoleh pasar lebih awal.

  6. Ciptakan program pemasaran yang menarik bagi calon pelanggan, dengan memanfaatkan momentum yang tepat, seperti awal tahun, pertengahan tahun, awal sekolah, libur sekolah, peringatan hari Kemerdekaan, peringatan hari pelanggan nasional, hari belanja online nasional, bulan Ramadan, Idul Fitri, Natal, dan akhir tahun.

  7. Ciptakan program pemasaran yang membuat calon pelanggan membeli lebih banyak, agar volume penjualan meningkat, meski laba atau profit sedikit berkurang, namun secara total akan tetap menambah penghasilan.