
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta kepada pelaku usaha yang bersinggungan dengan kendaraan muatan barang untuk mempersiapkan diri sebelum diberlakukannya aturan Zero ODOL secara penuh di sekitar bulan Januari 2023.
Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menilai perlu terobosan pada Undang-Undang yang mengatur permasalahan pelanggaran kendaraan dengan muatan berlebih atau ODOL.
Sebagai informasi, MTI merupakan organisasi yang menghimpun para pakar, praktisi, akademisi, dan birokrat yang berkehendak, bertekad untuk mendukung dan sepenuhnya menempatkan diri dalam pembangunan transportasi nasional yang berkelanjutan.
Pengertian ODOL
Jadi, apa itu ODOL? ODOL adalah singkatan dari Over Dimension Over Load atau kendaraan dengan muatan yang berlebih. Dewasa ini, Kementerian Perhubungan sangat concern dengan masalah ODOL terlebih pada aspek keselamatan. Karena di lapangan telah terjadi banyak dampak negatif serta kerugian yang ditimbulkan.
Truk adalah salah satu kendaraan yang sering dengan muatan berlebih. Muatan berlebih itu adalah pelanggaran dan juga permasalahannya, jadi dari kendaraan yang dimana dimensi kendaraan tidak sesuai dengan barang yang akan diangkut / muatan melebihi dari batas beban yang ditetapkan.
Kendaraan dengan muatan berlebih turut menyumbang peran terhadap menurunnya tingkat keselamatan bagi pengguna jalan dan juga hal yang berkaitan dengan kendaraan tersebut. Mulai dari kerusakan jalan, macet, polusi yang ditimbulkan karena mesin kendaraan yang tidak sesuai dengan muatan barang, sampai timbulnya kecelakaan dikarenakan permasalahan berlebihan muatan di lalu lintas jalan.
Setiap tahun Negara kita Indonesia menyediakan anggaran dengan nilai milyaran rupiah hanya untuk jalan berlubang atau perbaikan jalan lainnya yang rusak akibat ODOL. Dilansir dari keterangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyampaikan bahwa biaya perbaikan jalan rusak akibat truk kelebihan muatan ini dapat menelan anggaran sebesar Rp 43 triliun.
Dampak dari ODOL
Berdasarkan paparan data yang diambil dari Korlantas Polri Integrated Road Safety Management System (IRSMS) tentang data kecelakaan tahun 2019, truk yang kelebihan muatan masih menjadi salah satu penyumbang terbesar kecelakaan lalu lintas jalan. Kecelakaan tunggal sering kali terjadi dan juga menyebabkan kecelakaan lainnya atau bahkan menyebabkan kecelakaan beruntun dan menyebabkan korban jiwa.
Angka kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh kendaraan kelebihan muatan, ternyata cukup besar. Menurut Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno, pelanggarannya berada di peringkat empat selama 2019 lalu, dan menduduki peringkat ke empat dari 11 jenis pelanggaran lalu lintas versi Korlantas Polri.
Dampak yang cukup besar ini merupakan pelanggaran tingkat tinggi dari kendaraan angkutan barang berlebih. Bayangkan saja sebuah truk dengan dimensi yang sudah besar ditambah dengan perubahan dimensi dan juga berat yang berlebihan pada muatannya, hal ini akan menjadi momok menakutkan di jalan raya, baik bagi pelaku, dan juga pengguna jalan lainnya di sekitar lokasi.
Di antara dampak-dampak yang terjadi ada selain sampai mengakibatkan banyak korban jiwa juga mengakibatkan kerugian materiil yang jumlahnya dapat dibilang tidak sedikit.
Contohnya, jika jalan raya rusak tentu akan menghambat lalu lintas yang juga berujung pada keterlambatan pada proses pengiriman barang oleh pihak kendaraan pengangkut barang dan juga di samping itu juga membahayakan keselamatan bagi sopir dan juga pengguna jalan di sekitarnya.
Dampak selain membuat kerusakan jalan, juga membuat kerusakan infrastruktur lainnya seperti jembatan misalnya. Dilansir dari Direktorat jenderal Perhubungan Darat sekitar 7 jembatan timbang yang ada di Indonesia pada 2018, ternyata jika diperkirakan sebanyak 75 persen menunjukan bahwa pihak operator melakukan pelanggaran ODOL, dan bahkan 25 persennya melakukan pelanggaran yang muatannya mencapai lebih dari 100 persen.
Strategi Pengusaha dalam Menangani ODOL
Berikut ini merupakan beberapa langkah-langkah yang bisa Anda lakukan untuk menangani agar kendaraan truk pengangkut barang tidak mengalami Over Dimension Over Load :
1. Mengukur kendaraan
Ukurlah kendaraan untuk pengangkutan barang Anda. Hitung jumlah berat, beban kendaraan pengangkut barang dan luas box pengangkut barang, hal ini dilakukan agar tidak terjadi Over Dimension Over Load.
2. Mengelola barang saat pemuatan
Mengatur barang saat pemuatan barang ke dalam kendaraan pengangkut barang dilakukan agar tidak Over Dimension Over Load
3. Mengelola armada kendaraan pengangkut barang
Untuk mengurangi beban berat maupun over load di dalam proses pengiriman barang itu sendiri, ada baiknya Anda mengelola dan memberdayakan armada truk lainnya agar merata dan bisa mengurangi angkutan beban dalam pengirimannya kendaraan tersebut.