Memahami Sistem Logistik Nasional


Bidang logistik bukan hanya sekadar proses penyaluran barang dari tempat satu ke tempat lainnya. Bidang ini juga menjadi sarana untuk penyimpanan, pemeliharaan, hingga penghapusan barang untuk mencapai kepuasan pelanggan. Untuk itu diperlukan adanya sistem logistik nasional yang mengatur tatanannya.


Sistem ini akan memberikan petunjuk tentang bagaimana mengatur siklus logistik, hingga mendapatkan hasil yang maksimal, baik bagi perusahaan maupun pelanggan.


Apa itu Sistem Logistik Nasional?


Perkembangan zaman dan teknologi telah mengubah proses seseorang dalam industri, seperti halnya di bidang logistik. Maka, para pelaku industri juga harus mengikuti Sistem Logistik Nasional atau Sislognas yang ada, sebagai bentuk perbaikan sistem logistiknya.

Menteri Koordinator Perekonomian telah mencanangkan Sislognas sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan nilai produk dan kompetitif bangsa, untuk menghadapi persaingan global. Lalu, apa itu Sislognas?


Sislognas merupakan suatu sistem yang dapat menjamin berlangsungnya suatu proses distribusi atau suplai barang material maupun produk jadi, dari tempat satu ke tempat lainnya sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan yang berskala nasional.


Hal ini telah dimuat secara lengkap di dalam Peraturan Presiden (PERPRES) Nomor 22 Tahun 2012 tentang Cetak Biru Pengembangan Sistem Logistik Nasional. Oleh karenanya, sistem ini memiliki peran yang sangat penting terhadap pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah di Indonesia.


Ruang Lingkup dalam Sistem Logistik Nasional


Dalam Sislognas terdapat pelaku-pelaku tertentu yang mampu menjamin semua proses distribusi material dan produk jadi dapat dijangkau oleh masyarakat. Para pelaku atau pemangku kepentingan ini terbagi menjadi 5 golongan, yaitu :


1. Konsumen


Konsumen menjadi salah satu pelaku yang berperan terhadap proses Sislognas ini. Konsumen sendiri merupakan pengguna yang membutuhkan barang untuk diproduksi maupun dikonsumsi.


Untuk itu, konsumen berhak menentukan jenis barang yang dibutuhkan, menentukan jumlah yang dibutuhkan, dari mana barang dikirimkan, dan dari siapa barang tersebut akan dibeli dan diantar.


2. Pelaku logistik


Pelaku logistik merupakan penyedia barang atau pemilik barang yang dibutuhkan oleh konsumen, yaitu produsen dan penyalur. Produsen menjadi pihak yang menghasilkan barang, baik budidaya, pertambangan, hingga proses pengolahan produksi. Sedangkan penyalur merupakan perantara perpindahan kepemilikan barang dari produsen ke konsumen, melalui distribusi dalam sistem tata niaga.


3. Penyedia jasa logistik


Pelaku ini merupakan badan usaha yang menyediakan jasa pengiriman barang dari tempat asal ke tempat tujuannya. Asal barang ini biasanya dari produsen, pemasok, ataupun penyalurnya sedangkan tujuan barang ini sendiri nantinya adalah konsumen, penyalur, hingga produsen.


4. Pendukung logistik


Merupakan badan usaha yang memberikan dukungan terhadap kegiatan logistik serta memberikan kontribusi penyelesaian permasalahan logistik.


5. Pemerintah


Pemerintah merupakan pihak yang membuat kebijakan, regulasi, dan fasilitator yang menyediakan dan membangun infrastruktur logistik yang dibutuhkan. Dalam hal ini pemerintah sudah memberikan tatanan Sislognas yang sesuai dengan Perpres serta melengkapi infrastruktur yang belum bisa dijangkau dengan mudah.


Bagaimana Peran Sistem Logistik Nasional Saat ini?


Sislognas itu sendiri terdiri atas fasilitas-fasilitas yang terhubung dengan jasa pelayanan transportasi, sehingga akan terus dibutuhkan pembangunan sarana infrastruktur yang lebih merata dan memadai.


Dengan begitu, distribusi material maupun produk jadi dapat menjangkau di berbagai pelosok negeri dengan mudah. Nah, berikut adalah peran dari Sislognas:


1. Memudahkan penyaluran arus barang


Dengan adanya Sislogis ini, maka setiap pihak yang berperan telah mengatur segala sesuatunya dengan detail. Dengan begitu, penyaluran barang ke berbagai wilayah pun lebih mudah.


2. Membangun daya saing nasional


Bagi pelaku usaha, Sislogis ini diharapkan dapat membangun daya saing yang tinggi melalui peningkatan produksi dengan biaya yang kompetitif. Dengan demikian, hal ini mampu memberikan peluang yang baik bagi pengusaha kecil, menengah, maupun besar.


3. Menjaga kelestarian hidup


Sislogis ini juga mempu menjaga kelestarian hidup bangsa dengan mendorong terwujudnya ketahanan dan kedaulatan ekonomi nasional. Hal ini dapat ditandai dengan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.


4. Mewujudkan kesejahteraan masyarakat


Pemerataan antar daerah secara adil dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya sehingga semua kebutuhan dapat tercukupi dengan baik.


Maka, Sislognas ini tak hanya memajukan perekonomian nasional, akan tetapi menjadi salah satu hal yang dapat mempersatukan bangsa. Dengan adanya kerjasama dari berbagai wilayah di Indonesia, tentunya menjadi penggerak bagi terwujudnya negara yang sejahtera.


Aspek yang Mendukung Sistem Logistik Nasional


Untuk menuju Sislognas yang sesuai dan optimal, maka ada hal-hal yang harus dicapai dan diwujudkan. Di Indonesia sendiri ada beberapa aspek yang masih terus mengalami proses perbaikan hingga nantinya dapat mewujudkan ekonomi yang sejahtera. Lalu, apek apa saja yang membuat Sislognas di Indonesia masih lemah? Berikut penjelasannya.


1. Komoditas


Salah satu aspek yang ingin dicapai dalam Sislognas adalah komoditas. Hal ini menjadi penggerak utama yang dapat meningkatkan daya saing produk nasional, baik di pasar domestik, regional, maupun global.


Komoditas menjadi penggerak utama yang ditujukan untuk menjamin ketersediaan barang, kemudahan mendapatkan barang dengan harga terjangkau dan stabil, serta meminimalisasi disparitas harga antar wilayah di Indonesia.


Untuk itu, diperlukan penetapan komiditas penggerak utama yang dapat menjadi penetapan kebijakan logistik nasional, yang terdiri atas komoditas pokok dan strategis, komiditas unggylan ekspor, dan komoditas bebas.


2. Infrastruktur


Infrastruktur juga menjadi aspek yang penting dalam Sislognas, terutama di bidang transportasi. Hal ini berperan untuk melancarkan pergerakan arus barang secara efektif dan efisien.


Dengan begitu, Indonesia dapat mencapai kedaulatan dan ketahanan ekonomi nasional serta meningkatkan persatuan bangsa.


3. Pelaku dan penyedia jasa logistik


Pelaku dan penyedia jasa logistik juga diperlukan untuk mampu bersaing dan menguasai sektor logistik, baik dalam skala lokal, nasional, maupun global.


Selain itu para pelaku UKM dan Koperasi juga memiliki kesempatanyang luas untuk berperan sebagai pelaku logistik dan penyedia jasa logistik pada Jaringan Logistik Lokal dan Nasional.


4. SDM (Sumber Daya Manusia)


Secara umum, SDM logistik menjadi aspek yang sangat dibutuhkan pada tingkat operasional dan manajerial. Akan tetapi perlu dilakukan pelatihan logistik yang maksimal sehingga lulusannya mampu menjadi lulusan yang profesional serta bersertfikat.


5. Teknologi informasi dan komunikasi


Teknologi informasi dan komunikasi merupakan aspek pendukung terciptanya Sislognas yang sesuai efektif dan efisien. Teknologi ini nantinya bisa menjadi layanan pengiriman data, dokumen, perdagangan, dan informasi umum lainnya, baik secara lokal, nasional, maupun global.


6. Kebijakan dan regulasi


Agar tercipta sistem logistik yang aman dan terjamin, maka diperlukan kebijakan dan regulasi yang mampu melindungi kepentingan negara dan berbagai pihak bidang ini.

Hal ini akan menciptakan keselarasan peraturan perundang-undangan yang ditujukan untuk semua pihak di bidang logistik.


7. Kelembagaan


Lembaga logistik nasional merupakan aspek yang penting untuk membantu Presidan dalam menyusun kebijakan, mengkoordinasikan, dan menyinkronkan pengembangan Sislognas.

Selain itu, adanya lembaga juga berfungsi sebagai pemantau, pemeri evaluasi, serta penanganan berbagai masalah terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang logistik nasional.


Kesimpulan


Sistem Logistik Nasional menjadi suatu sistem yang dapat menjamin berlangsungnya proses sitribusi material maupun produk jadi. Dengan demikian, distribusi dari berbagai tempat dalam skala nasional pun dapat berjalan dengan lancar.


Keberhasilan Sislognas juga dipengaruhi oleh berbagai aspek dan peran serta dari berbagai pihak untuk mempersiapkan dan membangun sarana infrastruktur yang memadai. Terlebih dengan adanya sumber daya alam yang melimpah di Indonesia juga dapat mendukung negara untuk mensejahterakan masyarakatnya.

 

Sumber:

https://goukm.id/sistem-logistik-nasional-silognas/

http://www.ali.web.id/detail_article.php?id=79

https://berkas.dpr.go.id/sipinter/files/sipinter-147-863-20200703230919.pdf

https://jdih.setkab.go.id/PUUdoc/17475/Perpres0262012_Lampiran3.pdf