RF Picking: Akurasi dalam Pengambilan Pesanan


RF picking adalah manual order preparation system yang sangat luas di industri logistik, karena mengelola dan mengoptimalkan pekerjaan operator.


Frekuensi radio adalah spektrum elektromagnetik yang jika digabungkan dengan antena dan pemancar, dapat digunakan sebagai sistem komunikasi nirkabel. Dengan RF picking, operator menggunakan perangkat nirkabel untuk terhubung dengan perangkat lunak manajemen gudang untuk melakukan operasi apa pun, termasuk penerimaan barang, pengambilan pesanan, kitting, dan pengiriman.


Apa itu RF picking?

RF picking adalah sistem persiapan pesanan di mana operator menggunakan perangkat nirkabel untuk menerima instruksi dari sistem manajemen gudang (WMS). Perangkat lunak ini menunjukkan, misalnya, item yang akan ditemukan, lokasi persisnya, dan jumlah yang harus dipilih. Setelah menyelesaikan tugas, operator hanya perlu mengkonfirmasi ini pada RF scanner mereka untuk menerima instruksi baru.


Radio-frequency identification (RFID) memungkinkan data dipertukarkan secara nirkabel antara dua atau lebih perangkat. Sementara satu perangkat memancarkan gelombang frekuensi radio, yang lain merespons sesuai dengan sinyal yang diterima.


RF picking adalah evolusi dari paper-based picking atau pengambilan berbasis kertas, metode kerja di mana operator menggunakan daftar tercetak yang menentukan item yang diperlukan untuk menyusun setiap pesanan. Tapi kertas tidak akan efektif untuk bisnis dengan jumlah pesanan yang besar, karena memiliki risiko kesalahan yang tinggi saat mengelola data inventaris.


Menyiapkan pesanan dengan RF scanner adalah solusi yang tepat untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas operator gudang. Menurut laporan dari McKinsey, teknologi RFID meningkatkan akurasi inventaris sebesar 25%.


Bagaimana cara kerja RF picking?

Untuk melakukan RF picking, perusahaan memerlukan RF scanner dan sistem manajemen gudang (WMS). Ada berbagai macam RF scanner di pasaran, mulai dari yang dipasang pada posisi tetap pada peralatan penanganan hingga yang untuk penggunaan manual dan individu oleh operator itu sendiri.


Terkadang, operator mungkin membutuhkan kedua tangan untuk menangani item tertentu. Dalam kasus ini, perusahaan dapat berinvestasi dalam perangkat yang dapat dikenakan, yaitu perangkat yang melekat pada elemen pribadi seperti ikat pinggang atau yang berbentuk benda sehari-hari seperti gelang atau kacamata. Keuntungan dari model ini adalah mereka memberikan ergonomi yang lebih baik untuk mengambil dan membiarkan tangan operator bebas. Beberapa perangkat yang dapat dikenakan yang paling populer di gudang adalah perangkat pemilih suara, pemindai cincin (dikenakan di jari untuk menangkap dan membaca bar code), dan komputer yang dapat dikenakan (komputer kecil yang diikatkan ke lengan operator).


Meskipun frekuensi radio merupakan solusi manajemen gudang yang berdiri sendiri, frekuensi radio juga dapat dikombinasikan dengan metode lain yang membantu mengoptimalkan pengambilan pesanan manual, misalnya, teknologi put-to-light. Tampilan lampu ini terhubung ke WMS, yang memberi tahu operator melalui lampu LED tentang jumlah SKU yang akan ditempatkan di setiap paket atau kotak. Salah satu keuntungan dari sistem pick/put-to-light adalah kecepatan yang dibawanya: sistem ini memungkinkan operator untuk dengan cepat mengidentifikasi container atau slot dan jumlah SKU yang akan diambil atau ditempatkan di masing-masing container. Oleh karena itu, ini adalah solusi yang baik untuk pesanan yang terdiri dari produk dengan omset tinggi dan menengah.


Keuntungan memilih RF

Memasukkan teknologi RFID dalam fasilitas logistik adalah cara untuk mengoptimalkan operasi. RF picking tidak hanya membantu operator menjadi lebih gesit dan produktif, tetapi juga memungkinkan mereka memantau pesanan yang sedang berlangsung dengan lebih akurat. Ini adalah beberapa keuntungan dari RF Picking:


1. Penghematan biaya

Mengelola barang dengan benar dan meminimalkan waktu yang didedikasikan untuk pengambilan pesanan mengurangi biaya logistik.


2. Informasi stok terupdate

Komunikasi permanen dengan perangkat lunak manajemen gudang memungkinkan manajer untuk melacak produk yang tersedia di fasilitas dan untuk memantau kemajuan berbagai operasi.


3. Menghilangkan resiko kesalahan

Dengan mengikuti instruksi dari WMS langkah demi langkah, operator menyelesaikan pesanan lebih cepat dan tanpa membuat kesalahan.


4. Meningkatan produktivitas

Dengan RF scanner, pekerjaan operator lebih cepat dan lebih teliti. Dengan menyiapkan lebih banyak pesanan dalam waktu yang lebih singkat, bisnis meningkatkan produktivitas gudang mereka dan lebih fleksibel serta responsif dalam menghadapi kejadian tak terduga.


Membuat catatan pengiriman dan menemukan barang adalah dua tugas yang paling berulang saat menyiapkan pesanan di gudang. Dengan teknologi RF, semua informasi disimpan secara digital. Demikian juga, pekerja menemukan produk yang mereka butuhkan lebih cepat dengan mengikuti petunjuk pada pemindai mereka. Pada akhirnya, RF picking adalah solusi yang dirancang untuk meningkatkan kerja operator dan dengan demikian memastikan layanan logistik yang lebih baik.


Memilih RF: hal-hal yang perlu diingat

RF scanner banyak digunakan di gudang karena keunggulan yang ditawarkan. Meskipun mereka sangat populer, mereka memiliki kelemahan.


Beralih dari pengambilan berbasis kertas ke RF picking di gudang melibatkan proses transisi. Disarankan untuk menerapkan teknologi RF di gudang selama periode beban kerja rendah untuk menghindari gangguan dan gangguan layanan.


Terakhir, RF scanner juga memiliki biaya perawatan: alat ini rentan terhadap kerusakan dan mungkin perlu diperbaiki.


Pengambilan pesanan yang cepat, sederhana, dan aman

RF picking merupakan salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi dalam pemrosesan order, terutama di gudang dengan jumlah SKU yang banyak. Dengan menggunakan RF scanner, operator mengikuti instruksi dari perangkat lunak manajemen gudang untuk menyelesaikan pesanan dengan lebih cepat dan tanpa membuat kesalahan.


Agar RF picking memuaskan, penting untuk dilengkapi dengan WMS. Program ini mendistribusikan pekerjaan di antara operator, mengirimkan masing-masing instruksi yang dipersonalisasi.