5 Keuntungan Menerapkan Otomasi Transportation Management System (TMS)


Banyak bisnis logistik di Indonesia yang harus menghadapi tantangan mulai dari biaya pengiriman yang terus meningkat sampai dengan kompleksitas manajemen transportasi. Penerapan otomasi Transportation Management System adalah jawaban yang tepat untuk menghadapi tantangan tersebut.


Hal ini karena fungsi transportasi merupakan fungsi terpenting dalam kegiatan logistik. Sudah pasti perusahaan harus memanfaatkan teknologi seperti sistem TMS untuk meningkatkan manajemen logistiknya.


Pengertian TMS


Bagi sebagian orang mungkin pernah bertanya mengenai apa itu TMS? Istilah ini memang masih belum familiar di telinga sebagian besar orang, apalagi mereka yang memang tidak bergelut di bidang transportasi.


TMS atau Transportation Management System adalah aplikasi yang dikembangkan untuk membantu mengoptimasi penggunaan transportasi. Dengan kata lain, TMS adalah perangkat lunak berbasis otomasi yang digunakan dalam pengelolaan transportasi.


Fungsi TMS


Beberapa fungsi utama dari TMS antara lain procurement (menentukan kinerja pengadaan, manufacturing (optimalisasi proses produksi), dan customer relationship management (manajemen hubungan konsumen).


Tantangan dan Solusi Manajemen Transportasi di Indonesia


Terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi bisnis transportasi logistik dalam menjalankan operasional bisnisnya. Tantangan tersebut antara lain sebagai berikut.


1. Kebutuhan biaya yang tinggi


Tantangan terbesar dalam manajemen transportasi adalah mengenai biaya yang tinggi. Pengalokasian pesanan yang selama ini dilakukan secara manual membutuhkan tenaga kerja yang tidak sedikit.


Selain itu, perencanaan rute perjalanan secara manual juga menjadikan biaya perawatan kendaraan sering dikeluarkan perusahaan. Ditambah lagi waktu mengemudi yang tinggi dan sering adanya keterlambatan pengiriman juga memakan biaya besar.


Sejumlah masalah tersebut akhirnya membuat perusahaan harus menggelontorkan biaya besar. Jadi benar bahwa masalah biaya adalah tantangan besar yang dihadapi bisnis logistik.

Namun, masalah biaya dapat diminimalisasi dengan memanfaatkan perangkat lunak untuk otomasi TMS.


2. Masalah infrastruktur


Selain biaya, masalah infrastruktur di Indonesia juga menjadi penghambat bagi perusahaan transportasi. Kendala utamanya pada transportasi darat. Indonesia harus bergantung pada pengangkutan jalan untuk kargo.


Hal ini disebabkan oleh karena kurangnya infrastruktur perkeretaapian. Biasanya perusahaan logistik sangat bergantung pada Malaysia dan Singapura untuk menghadapi tantangan ini.


Adanya pembangunan infrastruktur oleh pemerintah meskipun meningkat tetapi masih kurang mencukupi dibandingkan pada negara maju. Oleh karenanya, TMS warehouse sebagai sistem transportasi adalah solusi terbaik.


3. Manajemen perawatan kendaraan cenderung buruk


Perawatan kendaraan juga menjadi tantangan perusahaan transportasi. Sebab, masalah ini mendorong membengkaknya biaya bahan bakar, menyebabkan mesin bekerja lebih keras, dan sebagainya. Hal ini bisa mengakibatkan kerusakan mesin secara permanen seiring berjalannya waktu.


Untuk mengatasi hal ini, bisnis transportasi logistik dapat menggunakan perangkat lunak untuk melacak armada secara akurat. Hal ini berguna dalam memantau kendaraan dan meningkatkan efisiensi pemeriksaan dan pemeliharaan kendaraan.


4. Kapasitas kendaraan tidak dapat dimaksimalkan


Ketika menggunakan sistem transportasi konvensional, kapasitas kendaraan tidak bisa dimaksimalkan. Hal ini karena Anda dengan tim harus melihat detail ukuran, jenis produk. dan jumlah produk yang akan diangkut.


Alhasil, pengecekan secara manual bisa jadi memberikan hasil yang salah. Dengan kata lain, kendaraan tersebut seharusnya bisa menampung lebih banyak barang.


Nah, adanya tantangan ini kemudian menjadi celah TMS logistik untuk membantu menyelesaikannya. Melalui tracking pada perangkat lunak, Anda dapat memaksimalkan kapasitas angkutan.


5. Manajemen rute yang buruk


Sering kali terjadi keterlambatan pengiriman karena pengemudi dan pihak manajemen tidak mampu mengelola rute dengan efisien. Buruknya pengelolaan tersebut bisa menyebabkan jeda waktu pengiriman misalnya terjebak macet. Oleh karena itu, perlu adanya sistem manajemen rute yang bisa dilakukan secara otomatis dan dapat dipantau secara real time.


6. Ketepatan waktu pengiriman


Dengan sejumlah tantangan yang dibahas sebelumnya, penggunaan sistem transportasi konvensional akhirnya menyebabkan keterlambatan pengiriman pesanan.


Hal ini dapat berdampak buruk pada pengalaman pelanggan. Bisa jadi setelahnya mereka enggan menggunakan jasa logistik Anda lagi. Alhasil, diperlukan manajemen transportasi yang lebih baik untuk mengatasi hal ini.


Peran otomasi di TMS sangat berguna karena tanpa adanya kinerja yang andal, aktivitas transportasi yang banyak berhubungan dengan rantai pasok tidak akan berjalan baik.


Melalui penggunaan Transport Management System, pergerakan produk dari tempat asal ke lokasi tujuan dapat dilihat secara real time. Dengan begitu, prediksi biaya dapat lebih akurat dan layanan pada konsumen semakin baik.


Keuntungan Menerapkan Otomasi Transportation Management System (TMS)


Sistem transportasi manajemen yang biasa diterapkan dalam otomasi logistik merupakan fitur unggulan dari McEasy. TMS digunakan untuk melakukan pengelolaan transportasi.


Penerapan otomasi dalam TMS harapannya dapat mengurangi aktivitas pemasukan data yang selama ini dilakukan secara manual. Selain itu, keuntungan lain yang diperoleh dari TMS adalah memberikan data secara akurat tentang kendaraan yang akan digunakan.


Berikut ini 5 keuntungan proses otomasi logistik dalam sistem manajemen transportasi.


1. Mengurangi biaya kesalahan yang mungkin terjadi


Kemampuan teknologi otomasi logistik dapat mengurangi kesalahan informasi. Hal ini karena sistem telah diintegrasikan dengan komoditas yang terhubung langsung dengan sistem ERP dan daftar (list) data tujuan.


Adanya kelebihan ini tentu menciptakan efisiensi kerja. Sebab, ketika pegawai melakukan kesalahan input alamat, hal ini akan memunculkan biaya berlebih seperti barang harus dikirimkan lebih dari satu kali.


Sering juga terjadi kesalahan dalam memproyeksi klasifikasi kendaraan yang digunakan. Alhasil pemakaian kendaraan tidak tepat dan tidak optimal. Adanya penerapan TMS dapat meminimalkan hal ini.


2. Meningkatkan layanan terhadap konsumen


Perusahaan mana pun tentu mengutamakan kualitas pelayanan bagi konsumennya. Salah satu cara yang dilakukan adalah melalui penggantian atau perubahan metode pelayanan.


Ketika menerapkan otomasi logistik dalam TMS, secara real time customer akan mendapatkan informasi tracking kendaraan. Mereka juga dapat mengetahui waktu proses auto pick-up, informasi perhitungan transportasi, hingga jaminan asuransi.


Tentu hal ini sangat memudahkan customer dalam mendapatkan informasi yang mereka butuhkan. Adanya informasi yang tepat menjadikan customer memiliki informasi biaya yang tepat dan waktu yang diperkirakan untuk sampai pada tujuan.


3. Akses data secara real time


Kemampuan otomasi bisnis logistik pada TMS memungkinkan pengaksesan data secara real time. Selain itu, tersedia report atau laporan yang berguna untuk membuat keputusan bisnis.


Adanya sistem ini berguna bagi perusahaan untuk mengambil keputusan sesuai trend dan history terbaru sehingga keputusannya dapat lebih akurat. Nah sudah jauh lebih baik dibandingkan sistem sebelumnya bukan?


4. Kecepatan dan skalabilitas


Penerapan otomasi dalam logistik mempercepat proses operasional. Artinya, perusahaan tidak membutuhkan resource tambahan untuk mengelola di departemen transportasi.


Menariknya lagi, ketika bisnis semakin berkembang, sistem otomasi di TMS lebih mudah dalam mengakomodasi perkembangan bisnis perusahaan. Cara sederhananya hanya dengan menambah user baru saja.


5. Kontrol terhadap organisasi


Pengoptimasian logistik menjadikan manajemen perusahaan dapat melakukan kontrol terhadap organisasi. Penerapannya dapat dilakukan dengan mengimplementasikan rule yang telah ditetapkan sejak awal. Dengan begitu, optimalisasi dapat tercapai.


Keuntungan menerapkan otomasi Transportation Management System (TMS) banyak membantu perusahaan logistik dalam mengembangkan bisnisnya.


Jangan ragu menghubungi kontak admin jika masih ingin berkonsultasi mengenai TMS.