Mencampur Bahan Bakar, Baik atau Tidak?

Diperbarui: 13 Nov 2019

Apakah Anda masih sering mencampur bahan bakar? Tidak menggunakan hanya 1 saja bahan bakar? Maka Anda perlu membaca artikel di bawah ini untuk mengetahui kebenarannya.



Jakarta, CNN Indonesia -- Mencampur bahan bakar berbeda oktan bagi sebagian pemilik mobil merupakan ramuan untuk menyiasati harga. Banyak juga yang beranggapan dengan mencampur bahan bakar dapat menjaga kadar oktan atau research octane number (RON). Menanggapi kondisi ini, Kepala Bengkel Nissan-Datsun Ade Haryawan angkat bicara. Menurutnya, sangat tidak dianjurkan bagi pemilik kendaraan mengoplos bahan bakar minyak di dalam tangki.


Ia beralasan, setiap bahan bakar memiliki kadar oktan berbeda-beda. Dikhawatirkan fungsi yang ada pada bahan bakar akan hilang jika dicampur menjadi satu. Misalnya, mencampurkan Premium bernilai oktan 88 dengan Pertalite RON 90 atau Pertamax RON 92 bahkan Pertamax Turbo RON 98. "Nah seperti Pertamax itu ada fungsi untuk membersihkan ruang bakar. Nanti unsur ngebersihin bisa hilang," kata Ade kepada CNNIndonesia.com.


Ade menyarankan agar para pemilik kendaraan untuk tidak lagi mencampurkan antara satu jenis bahan bakar dengan lainnya. "Nah makanya kotor udah pasti, karena yang saya bilang kandungan ngebersihin itu bisa hilang. Makanya kalau mau ya satu jenis saja," ucap Ade. Senada dengan Ade. Kepala Bengkel Daihatsu Pangeran Jayakarta Dolf Valentino mengungkapkan mencampur bahan bakar berbeda oktan justru akan menurunkan performa mesin. "Sebaiknya ikuti aturan yang sudah ditentukan pabrikan. Mesin sudah didesain dengan oktan tertentu untuk mendapat performa maksimal dari hasil pembakaran di mesin," tegas Dolf.


Untuk diketahui, mencampur bahan bakar berbeda oktan dapat dideteksi oleh mobil modern yang dilengkapi mesin canggih. Mesin-mesin tersebut bisa mendeteksi adanya kandungan 'aneh' dalam mesin. Dalam kondisi ini, indikator BBM bisa menyala menandakan adanya masalah, contohnya ada gangguan pada sistem asupan bahan bakarnya. Efek buruk lain dengan pencampuran oktan bisa saja menyebabkan mesin mengalami gejala knocking (detonasi) atau 'ngelitik'.


Sebaiknya pemilik mobil jangan dipakai cara tersebut dan jangan percaya mencampur BBM berbeda oktan malah meningkatkan kadar oktan bahan bakar.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20180326200004-384-

286072/keuntungan-mencampur-bbm-beda-oktan