Ketahui Penerapan dan Manfaat 5R di Gudang

Diperbarui: 27 Feb


Gudang adalah sebuah bangunan yang terdapat pada setiap perusahaan yang digunakan untuk penyimpanan persediaan barang sebelum barang tersebut dikeluarkan serta ada beberapa aktivitas pendukung di dalam gudang seperti Quality Control, aktivitas keluar masuk barang serta aktivitas yang lain. Penerapan 5R di gudang yang membuat lingkungan kerja menjadi bersih dan tertata rapi akan memberikan dampak produktivitas yang meningkat, kelancaran operasional, serat kinerja organisasi yang baik. Alasan penerapan 5R di gudang perlu diaplikasikan adalah:

  1. Gudang merupakan suatu tempat yang digunakan untuk menyimpan aset perusahaan, dalam bentuk bahan baku, bahan setengah jadi, barang jadi dan spare part

  2. Gudang merupakan tempat untuk menyediakan bahan yang dibutuhkan oleh departemen lain seperti contoh divisi produksi untuk memproduksi dari bahan mentah menjadi bahan jadi atau bahan matang

  3. Mobilitas dalam gudang yang dinamis karena setiap hari diperlukan oleh departemen lain seperti produksi dan maintenance.

  4. Keamanan barang-barang juga terjamin karena berada pada suatu tempat yang terjaga aktivitas keluar masuk serta dari potensi bahaya yang tidak diinginkan

  5. Terjaganya keakuratan stok jika barang diletakan pada gudang hali ini akan membantu departemen PPIC untuk menjadwalkan produksi dan pengorderan barang.

Manfaat Penerapan 5R di Gudang

Penerapan 5R di gudang akan memberikan banyak manfaat bagi perusahaan yang menerapkan sistem 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin) membuat gudang tidak hanya luas juga rapi, teratur, dan bersih. Itulah manfaat penerapan 5R di gudang yang akan membuat operasional gudang menjadi lebih efisien. Proses pekerjaan pada gudang tidak ada yang mengulang (rework) karena sudah mematuhi prosedur yang tersedia, dan tidak ada kekeliruan saat aktivitas keluar masuk barang (picking). Penerapan 5R di gudang bisa menyederhanakan proses pada aktivitas gudang sehingga menghilangkan aktivitas yang tidak bernilai, mengurangi pemborosan serta meningkatkan kualitas, safety, efisiensi dan produktivitas. Penerapan 5R di gudang ini efektif untuk melibatkan tenaga kerja dalam proses perbaikan secara terus-menerus dan tenaga kerja juga mempunyai rasa memiliki area kerja mereka dengan tampilan yang bagus pada gudangnya dan kinerja operasionalnya.


Kapan Penerapan 5R di gudang digunakan

Penerapan 5R di gudang digunakan ketika perusahaan meningkatkan efisiensi dan efektivitas di seluruh area kerja dalam perusahaan baik di area gudang, kantor, produksi atau dimanapun. Penerapan 5R di gudang juga menanamkan budaya perbaikan secara terus-menerus dan berkelanjutan.

Penerapan 5R di gudang perlu dilakukan dengan urutan 5R yang benar. Diperlukan juga tanggung jawab dari semua individu untuk ikut serta dalam setiap tugas pada area kerja di masing-masing gudang. Berikut urutan penerapan 5R di gudang:


Ringkas

Penerapan 5R yaitu dengan menerapkan proses ringkas yang berfokus pada mobilitas barang yang tidak diperlukan pada area kerja yang mencakup barang-barang sebagai berikut: stok yang sudah usang dan rusak, stok yang berlebihan, peralatan yang mengalami kerusakan, palet yang rusak, dan kemasan yang belum digunakan harus dipindahkan dari area kerja atau ditempatkan pada tempat tersendiri agar mudah diidentifikasi.

Ringkas juga akan mengurangi pergerakan yang tidak diperlukan pada area gudang, seperti contoh yaitu lorong silang atau cross aisle di dalam area gudang pengambilan yang akan mengurangi jumlah mobilitas yang dilakukan oleh operator gudang. Barang yang akan dibuang ditandai terlebih dahulu untuk memudahkan identifikasi lalu dikumpulkan pada suatu tempat agar kuantitasnya banyak supaya tidak melakukan pekerjaan dua kali, setelah terkumpul dalam kuantitas dan periode yang dicukupi barang-barang tersebut dipindahkan dari area kerja agar tidak mengganggu proses operasional.


Rapi

Penerapan 5R yaitu dengan menerapkan proses rapi yang berfokus pada tata letak penempatan barang yang efisien dan efektif. Dengan adanya pelabelan lokasi dan meletakkan barang yang sering digunakan pada area kerja yang mudah diakses sehingga memudahkan operator gudang untuk mengidentifikasi barang yang akan digunakan serta lebih mudah menangkapnya. Papan bayangan atau yang dikenal dengan shadow board juga dapat digunakan untuk memastikan kerapian yang berguna untuk memastikan peralatan dikembalikan ke lokasi yang sudah ditentukan. Penanda arah pada gudang juga merupakan bagian dari penerapan metode kerapian. Para operator di gudang juga harus mengurangi waktu dalam pencarian barang seperti peralatan, palet kosong, dan kemasan yang harus ditempatkan pada area yang dapat dengan mudah dijangkau sesuai dengan kebutuhan operator gudang.


Resik

Penerapan 5R yaitu dengan menerapkan proses resik yang muncul setelah dilakukannya pembersihan pada area gudang dari barang–barang yang tidak diperlukan. Pembersihan area gudang dilakukan secara menyeluruh dan dibuatkan jadwal pembersihan bagi operator gudang secara berkala untuk memunculkan rasa tanggung jawab dan rasa memiliki. Pembersihan dapat dilakukan pada akhir shift serta sekaligus dapat melaporkan jika terjadi kerusakan pada peralatan. Operator akan bangga jika memiliki area kerja yang bersih dan saat bekerja pun menjadi nyaman. Gudang yang bersih membuat operasional menjadi lebih efisien. Menempatkan tempat sampah pada tempatnya yaitu di setiap lorong untuk menaruh sampah seperti kertas, plastik, tali-temali, dan kemasan atau palet yang sudah rusak. Sapu dan alat pembersih lain ditempatkan pada tempat yang mudah dijangkau.


Rawat

Penerapan 5R yaitu dengan menerapkan proses rawat yang merupakan metode kerja guna sebagai standarisasi untuk setiap area kerja pada gudang. Setiap proses pekerjaan yang berada di gudang dan menghasilkan prosedur praktis serta teknis harus distandarisasikan dan didokumentasikan yang bertujuan untuk memudahkan untuk dibaca, dipahami dan diterapkan oleh operator. Dokumentasi pada papan informasi yang menampilkan proses kerja merupakan salah satu contoh untuk membudayakan proses kerja rawat.


Rajin

Penerapan 5R yaitu dengan menerapkan proses rajin yaitu untuk memastikan proses perbaikan secara terus-menerus berlangsung sesuai dengan yang telah ditentukan. Operator gudang harus dituntut untuk bertanggung jawab dalam menjaga hal-hal pada poin-poin sebelumnya yaitu ringkas, rapi, resik dan rawat guna membawa ke perubahan baru sehingga proses kerja dalam gudang menjadi efektif dan efisien.

Diperlukan juga pemeriksaan oleh internal untuk mengetahui progres penerapan 5R serta dapat juga dilakukan audit oleh eksternal untuk mendapatkan pengakuan bahwasannya sudah sudah adanya penerapan 5R di gudang anda.


Siapa Saja Yang Bertanggung Jawab Dalam Penerapan 5R di Gudang

Orang yang bertanggung jawab atas penerapan 5R di gudang adalah supervisor atau kepala gudang. Mereka yang berkewajiban untuk mengatur penerapan 5R di gudang berjalan dengan apa yang telah distandarkan oleh perusahaan yang telah disepakati bersama. Supervisor atau kepala gudang memberikan perintah kepada seluruh karyawan atau operator yang berada di gudang untuk melakukan kegiatan 5R supaya kegiatan tersebut dapat berjalan secara efektif. Para supervisor dan kepala gudang harus memikirkan inovasi terkait penerapan 5R di gudang supaya menjadi budaya kerja di lingkungan gudang.