Integrasikan AI di Sektor Logistik, Biar Cuan Makin Naik

Diperbarui: 6 Des 2021



Meski namanya masih asing di telinga sebagian orang, teknologi Artificial Intelligent (AI) sebenarnya sudah menjadi bagian dalam hidup kita. AI memudahkan kita melakukan berbagai aktivitas, seperti mencari informasi di internet, mempercepat pekerjaan rumah, hingga meningkatkan omset bisnis jika dimanfaatkan dengan tepat. Nah, khusus untuk Anda yang berbisnis di bidang logistik, kali ini kami akan membahas peranan AI dalam pengembangan bisnis Anda. Simak, yuk!

Salah satu perusahaan konsultan manajemen skala global, McKinsey, sudah memprediksi bahwa di masa mendatang teknologi AI akan terus berkembang, hingga membentuk paradigma baru di sektor logistik. Bukan tanpa alasan, salah satu penyebabnya yaitu akibat situasi dan kondisi yang kadang tidak tertebak, seperti pandemi COVID-19 yang berdampak masif terhadap arus pengiriman barang. Akibatnya, kebutuhan akan adanya teknologi baru yang bisa memecahkan permasalahan di sector ini sangatlah tinggi.

Itu lah yang telah disadari (dan dicari solusinya) oleh perusahaan retail raksasa Amazon. Perusahaan ini begitu mengedepankan teknologi pengiriman barangnya, semata demi memberikan kepuasaan bintang lima kepada seluruh konsumen. Pernah terbayang tidak bagaimana cara perusahaan sebesar itu dalam meng-handle arus transaksi yang bisa mencapai ratusan order per detik? Yap, utilizing AI technology can be a perfect solution for them.

Tidak hanya bagi Amazon saja, pastinya teknologi AI ini akan berdampak sangat signifikan untuk perkembangan bisnis Anda, loh. Ini dia alasannya:

Warehouse Automation

Seiring berkembangnya bisnis Anda, maka fasilitas pendukung yang dibutuhkan juga akan semakin banyak. Salah satu fasilitas yang berperan krusial adalah warehouse. Di era yang segalanya serba cepat ini, konsumen sudah tidak mau lagi dibuat menunggu terlalu lama. Kabar baiknya, teknologi AI membuat segala macam pekerjaan di warehouse menjadi terautomatisasi. Tugas-tugas rutin seperti merekap pesanan, mengecek inventaris barang, merekap data stok, hingga mengatur alur pengiriman bisa dibuat jauh lebih ringkas serta minim kesalahan.

Tidak hanya berhenti sampai di situ saja, AI juga bisa membantu menyelesaikan tugas-tugas kompleks, seperti memprediksi jumlah permintaan, memodifikasi pesanan, meng-update rute perjalanan saat transit via GPS tracking, sampai menentukan warehouse mana yang paling efisien untuk dijangkau saat pesanan masuk. Informasi-informasi seperti ini tentunya akan sangat membantu Anda dalam monitoring progress sekaligus pengambilan keputusan.

Meningkatkan Kinerja di Back Office

Kita semua tahu bahwa di balik sebuah sistem yang bersinergi setiap harinya, ada dukungan dari pekerja back office yang melakukan tugasnya masing-masing. Pada sektor logistik, kecepatan dan ketepatan pengiriman barang sangat ditentukan oleh kinerja setiap pekerja. Namun, harap diingat bahwa di area ini probabilitas terjadinya human error juga tinggi. Untungnya, teknologi AI bisa dihadirkan untuk meringkas pekerjaan-pekerjaan tersebut.

Contohnya, tugas repetitif seperti input dan olah data bisa langsung terautomatisasi menggunaan AI. Para akuntan yang sebelumnya mengurusi pembukuan kini bisa dialihtugaskan untuk mengerjakan lain yang lebih esensial. Selain lebih cepat dan hemat, penggunaan AI untuk pekerjaan yang memerlukan ketelitian seperti ini juga lebih disarankan, sebab seperti yang kami bilang tadi yakni guna menghindari human error yang rentan sekali terjadi.

Prakiraan Permintaan & Pasokan

Keunggulan teknologi AI yang tak kalah menguntungkan ialah kapabilitasnya dalam membuat prediksa berdasarkan data. Dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi dibandingkan metode lama seperti ARIMA, penggunaan AI dapat membantu Anda menghemat biaya operasional, memastikan konsumen tidak kecewa akibat kehabisan stok, hingga mendorong para retailer untuk menginvestasikan uangnya pada produk/jasa Anda ketimbang yang lain.

Lebih jauh lagi, teknologi AI juga memungkinkan Anda membuat analisis terhadap kemungkinan banyaknya permintaan pasar secara real time. Apa artinya? Ini artinya Anda bisa menyesuaikan perencanaan pasokan barang untuk megoptimalkan supply chain. So, fitur ini bisa membantu Anda merencanakan jumlah unit armada kendaraan yang diterjunkan ke lapangan pada setiap momen sesuai prediksi yang sudah dibuat sebelumnya.

Atasi Gangguan saat di Perjalanan

Sebagai pelaku bisnis logistik, Anda pasti sadar kalau ujung tombak pelayanan berada pada kinerja para kurir yang mengantarkan barang tiap harinya. Beberapa perusahaan mati-matian membangun sistem pengiriman yang baik supaya barang bisa diterima oleh konsumen tepat waktu. Namun, terkadang kita tidak bisa menghindari beberapa faktor eksternal yang mungkin terjadi, seperti kondisi cuaca atau arus lalu lintas.

Jangan khawatir, AI menyediakan fitur smart road yang membuat Anda dapat mengatasi permasalahan di atas—atau setidaknya, mengambil langkah preventif guna meminimalisir efeknya. Di negara-negara maju, smart roads lebih dari sekadar GPS tracker, melainkan sudah dibekali dengan panel surya serta lampu LED. Tujuannya adalah menghantarkan listrik untuk menghasilkan suhu panas, sehingga kendaraan aman dari risiko tergelincir saat berkendara di musim dingin.

Mengatur Strategi Penggunaan Aset

Pengecekan dan perawatan kendaraan merupakan hal rutin dalam sektor bisnis logistik. Setiap perusahaan memiliki kebijakan yang berbeda-beda dalam menentukan kapan sebuah kendaraan harus di-service secara rutin. Tidak mengherankan mengingat kendaraan-kendaraan ini beoperasi terus setiap harinya. Namun, pernahkah Anda berpikir bahwa semakin Anda mampu mengefisiensikan penggunaan aset kendaraan untuk kebutuhan operasional, maka semakin hemat pula biaya bukan?

Tidak perlu pusing-pusing memikirkan bagaimana caranya, karena algoritma yang ada pada AI bisa mengakomodir permasalahan ini. AI akan memberikan informasi kondisi kendaraan, memonitor ketersediaan sisa ruang dalam kendaraan, hingga memberikan peringatan ketika mesin kendaraan bermasalah. Dengan begini, seluruh armada bisa berfungsi optimal, mampu mengangkut barang dalam jumlah maksimal, dan dapat segera ditangani jika ada masalah teknis sehingga lebih hemat ongkos perbaikan.

Memanfaatkan Teknologi Chatbot

Jika dibandingkan dengan berbagai fitur AI yang sudah disebutkan di atas, fitur chatbot barangkali hanya dianggap fitur minor. Eits, tapi jangan salah. Menjalin relasi yang baik dengan konsumen sama pentingnya dengan pekerjaan lainnya di seluruh lini bisnis. Feedback dari konsumen merupakan insight yang dibutuhkan untuk pengembangan perusahaan. Di sinilah peran customer service dibutuhkan sebagai perpanjangan tangan perusahaan.

Akan tetapi saat ini peran customer service sudah mulai dikombinasikan dengan chatbot. Apa itu chatbot? Chatbot adalah software yang mampu membalas pesan teks dan suara dengan respon yang telah ditentukan sebelumnya. Chatbot bisa bekerja secara automatis untuk memberikan menerima pesanan, melakukan permintaan pengiriman, melacak proses pengiriman, hingga merespon pertanyaan sesuai dengan list FAQ. Teknologi chatbot ini akan terus dikembangkan seiring berjalannya waktu. Diharapkan nantinya pesan-pesan dari chatbot bisa memberikan kesan seolah-olah memang ditulis oleh manusia asli.

Itu tadi berbagai fitur teknologi AI yang bisa Anda integrasikan pada bisnis logistik Anda. Memang, bagi sebagian pebisnis, memilih untuk berinvestasi pada teknologi AI perlu beberapa pertimbangan. Namun, kalau penggunannya ternyata mendatangkan lebih banyak cuan pastinya worth it untuk dicoba kan?