Cara Meningkatkan Keamanan Armada Kendaraan Pengiriman Barang



Keamanan transportasi menjadi satu pembahasan yang menarik karena di dalamnya terdapat berbagai faktor yang seringkali dijumpai di luar dari perkiraan pihak pengambil kebijakan di perusahaan. Diperlukan penanganan yang tepat untuk memastikan pengiriman barang berjalan dengan efektif dan efisien.


Identifikasi kemungkinan ancaman yang muncul, baik yang dapat diperkirakan maupun yang tidak, harus dilakukan secara cermat berdasarkan jenis moda transportasi. Sebagai gambaran, risiko yang ada dalam pendistribusian barang melalui darat tentu berbeda dengan pendistribusian barang melalui laut. Pandangan awal ini dapat menjadi acuan dalam mengambil kebijakan mengenai jenis transportasi apa yang akan digunakan.


Risiko di Transportasi Darat



Risiko yang ada di transportasi darat dapat dibagi menjadi tiga kategori, yaitu:

  1. Faktor alam

  2. Faktor teknis

  3. Human error

Analisis awalan mengenai risiko yang mungkin muncul harus dituangkan dalam bentuk security plan, dimana di dalamnya terdapat berbagai informasi mengenai titik mana saja yang menjadi titik kritis (jalan utama yang mana tidak ada jalur alternatif jika terjadi sesuatu). Risiko lain yakni adanya bencana alam, antara lain: gempa bumi, tanah longsor, dan banjir.


Kemungkinan munculnya bencana dapat juga berasal dari kesalahan teknis (technological hazards). Sebagai gambaran, kegagalan dalam desain, menjadikan jembatan tersebut runtuh dapat dikelompokkan ke dalam technological hazards.


Faktor yang disebabkan manusia merupakan bentuk risiko yang mungkin terjadi. Pembajakan atau bajing loncat, misalnya, perlu menjadi perhatian tersendiri pagi para pelaku industri di bidang transportasi. Kondisi lain yang berpengaruh adalah kondisi driver yang membawa truk atau moda transportasi lainnya harus dalam keadaan fit, sehingga risiko kecelakaan bisa diminimalisasi.


Strategi Pengamanan untuk Jalur Darat



1. Saluran komunikasi

Jalan raya yang dipandang sebagai sebuah jalur transportasi barang memiliki kemungkinan munculnya risiko. Banjir di jalan raya, misalnya, dapat berpengaruh pada kerusakan barang yang dibawa dalam truk dan juga menghambat proses distribusi barang.


Salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah membuka kanal komunikasi dengan berbagai pihak yang bertanggung jawab atas munculnya bencana ini. Selain itu, penilaian terhadap risiko umum perlu dikembangkan, sehingga hal ini tidak lagi dipandang sebagai risiko yang ada pada individu (perusahaan), tetapi risiko yang ada karena bencana.


2. Keterlibatan Aparat

Penegakan hukum juga harus dimasukkan dalam sistem pelaporan jalan dan infrastruktur. Aparat yang bertugas memiliki kewajiban untuk melakukan investigasi terhadap berbagai peristiwa yang ada di jalan (kelebihan muatan, kondisi kendaraan, dan ijin trayek).


3. Keterlibatan Masyarakat

Salah satu tantangan saat terjadi sebuah peristiwa adalah sulitnya melibatkan berbagai pihak untuk saling berbagi informasi yang dapat menyebabkan resiko terjadinya peristiwa yang lebih besar lagi, yang tidak diinginkan.


Namun pada era ini, melalui aplikasi digital seperti Google Map dan Waze, marsyarakat dapat secara langsung bertukar informasi melalui peta digital apabila terjadi peristiwa seperti kemacetan, kecelakaan, kendaraan mogok, dsb.


Selain itu, penggunaan radio (misal: Suara Surabaya) juga sangat membantu pengemudi mengetahui kondisi jalan raya secara realtime.


Strategi Pengamanan untuk Mobil dan Truk Pengiriman Barang



Pergerakan mobil dan truk yang tidak memiliki struktur yang teratur menjadi tantangan tersendiri. Pencegahan tindak kriminal dapat dilakukan, misalnya para pabrikan melengkapi mobil produksinya dengan Global Positioning System (GPS) maupun alarm yang terpasang di dalam kendaraan.


Selain itu terdapat perlakuan khusus bagi truk yang membawa bahan berbahaya, di mana sopir harus di-training terlebih dahulu sehingga memiliki pemahaman yang cukup agar tidak berakibat fatal.


Beberapa kasus pencurian atau pembajakan kendaraan dilakukan saat sopir sedang tidur. Para pembajak umumnya membuka pintu secara paksa dan membawa truk tersebut ke tujuan yang telah direncanakan. Pencegahan dapat dilakukan dengan menggunakan GPS tracker sehingga dapat menunjukkan pergerakan truk secara real-time.


Khusus untuk masalah pencurian kendaraan, selain dapat melacak posisinya menggunakan GPS, McEasy sebagai penyedia layanan gps tracker di Indonesia telah mengembangkan teknologi untuk mematikan mesin kendaraan secara paksa, menyadap pembicaraan di kabin, dan melihat wajah pencuri melalui kamera yang ada di kabin secara online sehingga dapat menurunkan resiko kerugian yang harus ditanggung oleh pribadi maupun perusahaan.


Penggunaan transportasi melalui jalan raya menjadi salah satu penopang jalannya ekonomi di Indonesia. Berbagai komoditas dapat didistribusikan ke berbagai daerah. Perencanaan yang tepat mengenai pemetaan risiko dan penentuan strategi harus menjadi perhatian semua pihak untuk memastikan sistem yang dibuat dapat berjalan dengan baik.