8 Faktor yang Perlu Diperhatikan Ketika Memilih Software Route Optimization


Software route optimization yang baik adalah yang dapat membantu para planner atau fleet manager melakukan route management dan fleet management untuk mendapatkan rute perjalanan atau pengiriman yang paling efisien.


Sebelum memutuskan berinvestasi dalam software route optimization, berikut ini beberapa faktor yang bisa Anda pertimbangkan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.


1. Harus dapat diakses melalui website


Software logistik dengan fitur route optimization yang Anda pilih harus dapat diakses secara online melalui website agar user dapat langsung mengakses menggunakan media apapun melalui browser.


2. Pilih infrastruktur SaaS


Saat memilih perangkat lunak untuk logistik (dengan fitur route optimization), penting untuk mempertimbangkan arsitektur yang tersedia. Ada dua cara berbeda untuk mengimplementasikannya, yaitu dengan model On-Premise atau SaaS (software as a service).


SaaS adalah perangkat lunak yang dapat diakses melalui browser web tanpa perlu mengunduhnya ke komputer, laptop, atau smartphone. Penggunaan SaaS telah menjadi tren di berbagai industri. Gartner menyebutkan bahwa pertumbuhan pasar SaaS telah meningkat dan diperkirakan tumbuh hingga $76 miliar pada tahun 2020. Sementara survei keuangan online memperkirakan bahwa pada tahun 2023, hingga 86% perusahaan akan menggunakan seluruh SaaS.


On-Premise adalah perangkat lunak yang diinstal dan digunakan dari server in-house. On-Premise adalah salah satu metode tradisional paling umum untuk mengimplementasikan perangkat lunak. On-Premise mengharuskan perusahaan untuk membeli lisensi atau salinan perangkat lunak untuk menggunakannya. Metode ini membutuhkan perangkat keras internal server, lisensi perangkat lunak, kemampuan integrasi, dan sumber daya manusia untuk mendukung dan mengelola potensi masalah yang mungkin terjadi. Hal ini termasuk tanggung jawab bisnis akan risiko rusak dan tidak berfungsi.


3. Fitur geocoding yang akurat


Hampir semua software route optimization yang tersedia di pasaran dilengkapi dengan geocoder, yaitu mengubah sebuah alamat menjadi satu titik tertentu di peta menggunakan koordinat lintang dan bujur.


Kemampuan software memahami alamat yang ambigu adalah kunci untuk geocoding yang akurat. Software yang memiliki database untuk berbagai alamat dan lokasi juga merupakan nilai tambah.


4. Route planning yang dinamis


Software route optimization harus memiliki kemampuan menangani order sesuai permintaan secara optimal sesuai order yang telah dijadwalkan.


Tambahan fitur yang dapat mengubah rute saat status armada sudah dalam perjalanan adalah fitur yang semakin diminati dan dibutuhkan. Jika ada perubahan kebutuhan pelanggan saat pengemudi sedang dalam proses melakukan pengiriman, software route optimization yang baik harus dapat mengubah dan membuat rute baru untuk pengemudi.


5. Dashboard dan laporan KPI


Dashboard report yang baik dapat menunjukkan kepada Anda, misalnya, perbedaan antara kilometer yang direncanakan dan yang sebenarnya untuk setiap rute sehingga akan membantu Anda membandingkan kinerja hub bisnis Anda yang berbeda.


Selain itu, software juga mampu melacak dan mengelola seluruh operasi armada Anda secara real-time dalam satu platform.


6. Aplikasi mobile untuk pengemudi


Pengiriman last-mile modern adalah tentang mobilitas. Sementara kunci untuk membangun operasi pengiriman yang cepat dan transparan adalah melalui komunikasi.


Aplikasi pengemudi memungkinkan pengemudi, agen pengiriman, kurir, atau agen layanan lapangan untuk tetap berhubungan terus-menerus dengan tim Anda di kantor saat dalam perjalanan melaksanakan tugas pengiriman mereka.


Memiliki aplikasi pengemudi yang terhubung langsung ke platform route optimization akan memudahkan pengemudi mengakses data yang relevan, seperti rute, jendela pengiriman, alamat, pesanan, informasi pelanggan, permintaan khusus, dll.


Selain itu pihak management atau operator dapat dengan mudah menambahkan tugas dan mengelola jadwal pengiriman tanpa berbicara dengan pengemudi melainkan melalui aplikasi yang secara real-time memberitahu pengemudi tentang tugas baru dan pengiriman yang akan datang. Semua orang tetap pada tempatnya tanpa perlu menyampaikan informasi bolak-balik.


Alhasil, akan ada lebih banyak waktu untuk menyelesaikan tugas, lebih banyak tugas yang diselesaikan, dan produktivitas yang lebih tinggi secara keseluruhan.


7. Memiliki API untuk integrasi dengan sistem lain


Pandemi Covid-19 telah mendorong banyak perusahaan untuk memindahkan penawaran mereka secara online. Oleh sebab itu, banyak setiap bisnis yang memiliki beberapa saluran penjualan berbeda yang terbuka untuk konsumen.


Hal ini membuat integrasi dengan sistem lain menjadi tidak terelakkan dan menjadi kebutuhan. Itu sebabnya Anda harus memeriksa apakah route optimization software yang Anda pertimbangkan memiliki integrasi API. Pastikan bahwa penyedia software juga telah menyiapkan semua dokumentasi API dan bahwa mereka memberikan dukungan selama implementasi.


8. Manajemen perubahan


Masih banyak perusahaan yang menjalankan logistiknya dengan cara manual dan hal ini akan menyulitkan untuk transisi perubahan jika perusahaan memutuskan untuk mengadopsi teknologi.


Oleh sebab itu, Anda perlu memperhatikan hal ini dengan baik dan mengakomodasi apa saja yang dibutuhkan untuk mendukung perubahan tersebut. Misalnya, menyediakan modul pelatihan, skema bonus, dan success story dari perusahaan lain dapat membantu memotivasi tim Anda untuk terbiasa dengan route optimization software yang Anda adopsi.


Apakah Anda telah menemukan software route optimization yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda? Silahkan hubungi tim McEasy untuk mendapatkan demo Route Optimization terbaik.