5 Aplikasi GPS Navigation Terpopuler di Indonesia, Anda Pakai yang Mana?


Sebagai pengguna harian smartphone, pasti minimal ada satu aplikasi GPS yang terpasang pada gadget Anda, benar? Di jaman sekarang, fungsi aplikasi GPS memang sangat penting. Mau pergi ke lokasi yang belum pernah dikunjungi? Buka GPS. Butuh cek rute tercepat menuju tempat tujuan? Buka GPS. Ingin mengintip kepadatan lalu lintas supaya tidak terjebak macet? Buka GPS. All thanks to nowadays technology that make life much easier!


By the way, McEasy paham bahwa masyarakat Indonesia sangat lekat dengan GPS dalam kehidupan sehari-harinya, Oleh karena itu, sebagai penyedia jasa GPS Navigation di Indonesia, kami akan membahas 5 aplikasi GPS terpopuler di Indonesia versi McEasy. Sambil baca boleh sambil dicek loh ya, apakah Anda salah satu pengguna aplikasi-aplikasi berikut ini?


Google Maps



Yup, tidak bisa dipungkiri lagi bahwa Google Maps memang layak bertengger di posisi 5 besar aplikasi GPS terpopuler di Indonesia. Selain karena faktor pengguna smartphone Android yang lebih banyak ketimbang OS lainnya, aplikasi ini benar-benar telah dikembangkan sedemikian rupa sehingga—untuk ukuran GPS Navigation—menjadi begitu powerful.


Bagaimana tidak? Software yang satu ini punya tingkat akurasi yang begitu tinggi. Padahal, kita tahu sendiri ada banyak perubahan yang terjadi di sekitar dalam kurun waktu yang singkat. Ternyata, resep Google Maps supaya bisa terus up to date adalah mengombinasikan kinerja perangkat teknologi mapping canggih dengan partisipasi warga lokal penggunanya.


Google mempunyai alat bernama Street View Trekker yang mampu mengambil gambar panorama beresolusi tinggi menggunakan kamera bersensor khusus. Di lain sisi, Google juga menyadari bahwa ‘saksi mata’ paling kredibel yang dapat memberikan insight penting adalah masyarakat lokal/penduduk sekitar. Alhasil, Google menyediakan fitur Local Guides dan Google My Business sehingga siapa pun bisa menambah, meneliti, mengoreksi, atau melaporkan informasi-informasi geografis yang dibuat Google. Dengan kombinasi tersebut, tidak heran jika Google Maps terasa sangat akurat, real-time, dan selalu up to date.


Waze



Apakah Anda tahu kalau aplikasi Waze dibuat oleh perusahaan yang sama dengan Google Maps? Yes, keduanya adalah aplikasi yang sama-sama dibuat oleh Google, loh. Akan tetapi, kendati sama Google tetap memberikan diferensiasi untuk produk GPS Tracker miliknya yang satu ini. Memangnya apa saja yang membedakan Waze dengan aplikasi GPS navigation lainnya?


Ternyata fitur navigasi yang ada di Waze dikembangkan secara eksklusif untuk membantu pengendara motor dan mobil. Jika aplikasi GPS lain biasanya hanya akan menyuruh kita melewati rute terdekat sesuai hasil analisisnya, maka tidak demikian dengan Waze. Aplikasi Waze akan menganalisis beberapa hal, seperti kondisi jalan, jumlah lampu lalu lintas, halangan yang sedang terjadi, dan beberapa pertimbangan lainnya secara real time. Ini yang memungkinkan pengguna Waze mendapatkan informasi pilihan rute tercepat dan akan terus di-update menyesuaikan kondisi lingkungan.


Umumnya, pengguna Waze adalah para pengendara yang memprioritaskan ketepatan waktu. Pengguna aplikasi ini paham bahwa rute terdekat belum tentu berarti tercepat. Sebab, ada banyak hal di jalan raya yang dapat membuat waktu tempuh perjalanan jadi molor dari perkiraan awal.


HERE WeGo



Meskipun tidak sepopuler Google Maps ataupun Waze, aplikasi HERE WeGo tetap punya tempat tersendiri di hati masyarakat Indonesia. Hal ini salah satunya karena adanya opsi offline map yang tersedia di HERE WeGo. Berangkat dari permasalahan sepele tapi merugikan, seperti tidak adanya sambungan internet saat mengakses aplikasi GPS, HERE WeGo memungkinan penggunanya untuk menggunakan map tanpa sambungan internet alias offline.


Untuk bisa menggunakannya secara maksimal, pengguna diharuskan mengunduh rute-rute yang ingin diakes terlebih dahulu. Anda bisa mengunduh area dalam satu kota, provinsi, atau bahkan keseluruhan wilayah dalam satu negara. Semuanya bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Fitur ini akan sangat membantu para pengguna yang berdomisili di wilayah terpencil atau jauh dari koneksi internet, sehingga mereka tetap dapat menggunakan peta saat dibutuhkan.


Sementara pada mode online, HERE WeGo memiliki fitur yang kurang lebih sama dengan aplikasi GPS lainnya. Anda bisa melakukan navigasi, routing, menggunakan fitur transit bagi pengguna kendaraan umum, serta melihat laporan terkait kondisi jalanan.


Sygic



Sama seperti HERE WeGo, aplikasi GPS Sygic juga bisa digunakan tanpa sambungan internet. Namun, jika Anda ingin mendapatkan keseluruhan fiturnya, Anda disarankan untuk menggunakannya secara online. Saat digunakan online, ada berbagai fitur menarik yang ditawarkan Sygic, seperti kustomisasi kecepatan, informasi trafik jalanan, asistensi perjalanan yang dinamis, serta Real View Navigation berbasis teknologi Augmented Reality (AR).


Dengan keseluruhan fitur yang ditawarkan ini, pengguna bisa melakukan banyak hal. Anda bisa menentukan batas maksimum kecepatan kendaraan Anda; yang mana saat terjadi overspeed, aplikasi akan mengeluarkan bunyi notifikasi. Sedang terburu-buru dan tidak ingin terkena macet? Sistem navigasi Sygic didukung oleh penyedia jasa premium yang telah mengumpulkan data dari lebih 400 juta pengendara, jadi Sygic akan merekomendasikan rute paling aman. Sering salah belok di persimpangan jalan karena bingung dengan tampilannya di peta? No worries, fitur Dynamic Lane pada Sygic akan memberikan informasi rute secara detail sebelum Anda memulai perjalanan, jadi Anda bisa mempersiapkan diri jika terpaksa melalui jalanan yang membingungkan.


Polaris



Berbeda dengan empat aplikasi GPS yang sudah disebutkan di atas, Polaris memiliki ciri khasnya tersendiri. Jika Waze memiliki fitur eksklusif yang akan memudahkan pengendara sepeda atau motor, tampaknya Ploaris pun punya fitur eksklusif untuk para pencinta alam.


Well, selain bisa diintegrasikan dengan Google Maps, Polaris memberikan pengalaman baru dalam menggunakan kompas lewat smartphone. Terdapat informas garis lintang & bujur, derajat, ketinggian, hingga barometer. Selain itu, Polaris juga menyediakan beberapa pilihan jenis peta, seperti Atlas, NASA, peta topografi, USGS, Toporama, dan Nautical. Bahkan, Polaris juga memberikan fitur track sunrise/sunset agar memastikan Anda mendapatkan pengalaman melihat matahari terbit/terbenam secara maksimal.


Nah, bagi Anda yang mempertimbangkan keselamatan diri saat tengah berwisata alam, jangan khawatir. Pasalnya, Polaris memungkinkan Anda untuk mengirimkan titik lokasi Anda berada via email atau SMS. Jadi, semisal Anda sedang berada di situasi dan kondisi yang tidak menguntungkan, orang lain akan dengan mudah menemukan lokasi tempat Anda berada. Sangat membantu pengguna yang sering trekking atau hiking bukan?


Itu tadi 5 aplikasi GPS terpopuler di Indonesia versi McEasy. Melalui ulasan ini, kita bisa menarik kesimpulan bahwa di jaman sekarang, teknologi GPS sangat berguna untuk mempermudah kehidupan kita.


Melihat perkembangan teknologi dan kebutuhan inilah, McEasy melahirkan software GPS Tracker untuk memenuhi kebutuhan bisnis. Selama beberapa tahun terakhir, McEasy mengembangkan sistem GPS Tracking berbasis AI yang bisa mengakomodasi segala kebutuhan Anda dalam berkendara, baik untuk pemakaian individu, namun terlebih lagi untuk kebutuhan bisnis Anda.


Apabila tertarik, Anda bisa mencoba demonya secara gratis di sini. McEasy menyediakan berbagai fitur GPS Tracking yang akan sangat bermanfaat bagi bisnis Anda. Thank you for reading!

Tag: