10 Langkah Preventif Antisipasi Kerusakan Armada Kendaraan


Merawat kendaraan dengan secara rutin dan benar adalah tindakan preventif terbaik untuk mengantisipasi kerusakan kendaraan dan kerugian yang tidak terduga.


Manajemen pemeliharaan kendaraan yang baik dapat membantu perusahaan mengontrol biaya, mempertahankan performa kendaraan, serta menjaga nilai dan ketahanan aset kendaraan dalam jangka panjang.


Langkah preventif apa saja yang perlu dilakukan agar armada kendaraan selalu dalam kondisi prima dan terkendali? Berikut ini penjelasannya.


1. Lakukan pencatatan dan pengamatan

Beri tanda pada kaca depan atau panel kendaraan yang memberitahukan bahwa kendaraan tidak dapat dioperasikan untuk jangka waktu tertentu, dan tidak dapat kembali beroperasi tanpa melakukan tindakan yang tepat, terutama pada baterai, cairan, pendingin udara dan lain-lain.


2. Cuci kendaraan dengan seksama

Gunakan jet air yang sesuai dan sabun netral. Hindari penggunaan produk atau materi yang dapat merusak komponen pengecatan dan dapat menyebabkan korosi pada logam seperti tanah atau alkohol. Jangan lupa untuk melindungi intake udara mesin dengan benar guna mencegah masuknya air dan mencegah kerusakan pada filter.


Bersihkan juga bagian dalam kendaraan seperti instrument cluster, setir dan komponen plastik lainnya dengan kain lembab dan jangan menggunakan produk pembersih atau pelarut lainnya.


3. Perhatikan sistem pelumasan

Periksalah level oli gardan penggerak, oli transmisi manual/otomatis, retarder, transfer case dan gigi kemudi. Gantilah oli jika perlu dengan pelumas yang direkomendasikan oleh Mercedes-Benz. Jangan lupa bersihkan dan tutup saluran pernapasan dengan selotip (transmisi/gardan/mesin).


4. Tiriskan sistem bahan bakar

Bahan bakar biodiesel rentan terhadap pembentukan lumpur, mikroba, akumulasi air yang terkondensasi dan potensi penyumbatan kotoran. Oleh karena itu, tiriskan tangki dan sistem bahan bakar sepenuhnya serta tiriskan bahan bakar dalam filter pemisah air, gunakan wadah plastik/jerigen untuk memanaskan mesin kendaraan.


Simpan bahan bakar yang dikuras dalam wadah plastik yang tertutup rapat dan tempatkan di ruangan yang tidak terkena sinar matahari langsung.


5. Bersihkan mesin

Bersihkan komponen eksternal mesin dengan benar agar dapat mengidentifikasi masalah atau kerusakan yang timbul akibat tidak beroperasinya kendaraan sehingga dapat segera diperbaiki. Nyalakan mesin sampai mencapai suhu operasi normal 70°C hingga 95°C. Setelah itu, matikan mesin dan tiriskan oli pelumas dari bak mesin.


6. Perhatikan Sistem Rem

Letakan ganjal ke roda kendaraan untuk menghindari gerakan yang tidak disengaja atau dengan menopang pada gardan, lepaskan rem parkir dan kosongkan semua sistem udara tekan sepenuhnya. Pada kendaraan yang dilengkapi dengan rem cakram, beri lapisan tipis oli pelindung ke cakram rem – gunakan WD-40 atau sejenisnya.


7. Perawatan ban

Tambah tekanan angin ban sekitar 2 bar di atas tekanan yang disarankan untuk mencegah ban berubah bentuk. Hindari kontak langsung antara ban dengan oli atau bahan kimia lainnya yang dapat merusak karet, serta melindungi ban dari sinar matahari langsung.


8. Suspensi udara (jika terpasang)

Kosongkan angin sepenuhnya dalam reservoir sistem pneumatic (rem dan suspensi). Lepaskan batang kendali suspensi udara (jika ada) dan turunkan ketinggian kendaraan dengan hati-hati untuk mencegah kerusakan pada balon/kantung udara (pastikan tidak tersangkut di antara stopper suspensi dan pelat).


9. Buat jadwal pemeliharaan rutin kendaraan

Jadwalkan pemeliharaan setiap kendaraan secara rutin. Interval kalender, jarak tempuh, dan jam operasi mesin sering kali digunakan sebagai tolok ukur untuk membantu Anda menjadwalkan perawatan kendaraan.


Misalnya, ganti oli setiap 6 bulan, rotasi ban setiap 10.000 km, ganti filter bahan bakar setiap 500 jam operasi mesin, dsb.


Jika tidak ingin repot mencatat secara manual, gunakan aplikasi fleet management yang yang dapat melacak kilometer dan jam operasi mesin kendaraan secara otomatis.


10. Gunakan data untuk menilai performa kendaraan

Dengan mengintegrasikan teknologi fleet management, driver management, serta CAN BUS yang sudah tertanam, khususnya di armada kendaraan pabrikan Eropa, Anda dapat dengan mudah memperoleh informasi seperti perilaku mengemudi, suhu mesin, suhu kargo pendingin, dan informasi performa mesin.


Kesimpulan

Langkah preventif perawatan dapat menjaga performa armada kendaraan, menurunkan risiko kecelakaan, serta memperpanjang masa pakai kendaraan.

Teknologi-teknologi dalam yang sebelumnya disebutkan fleet management, driver management, dan integrasi dengan CAN BUS telah tersedia di McEasy. Silahkan hubungi tim kami untuk mencobanya secara gratis.